APFI: Kongres BPI 2026 Menandai Awal Fase Konsolidasi Industri Film Indonesia

Jakarta, 10–12 April 2026 — Badan Perfilman Indonesia (BPI) telah menyelenggarakan Kongres ke-4 yang menjadi momentum penting dalam memperkuat struktur dan arah organisasi ke depan. Kongres ini menandai selesainya fase pembentukan fondasi organisasi dan dimulainya fase konsolidasi serta implementasi.

Partisipasi Tinggi dan Representatif

Kongres diikuti oleh 67 dari 75 stakeholder dari berbagai unsur industri perfilman Indonesia, yang terdiri dari:

  • 10 unsur badan usaha perfilman
  • 21 unsur profesi
  • 2 unsur pendidikan
  • 42 unsur kegiatan perfilman

Dari jumlah tersebut, 67 stakeholder telah terverifikasi sebagai peserta sah kongres.

Tingkat kehadiran tercatat tinggi, dengan 62 peserta hadir pada hari pertama dan kedua, serta 56 peserta pada hari ketiga. Selain itu, partisipasi aktif dalam sidang pleno secara konsisten berada di kisaran 50–55 stakeholder, yang mencerminkan keterlibatan inti pelaku industri dalam proses pengambilan keputusan.

Tingginya angka kehadiran ini menunjukkan bahwa kongres telah memenuhi kuorum secara kuat, baik secara administratif maupun substantif.

Peran APFI dalam Kongres

Sebagai bagian dari unsur badan usaha, Asosiasi Produser Film Indonesia (APFI) juga turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam jalannya kongres.

Dalam forum pleno yang dipercaya menjadi bagian dari pimpinan sidang pleno adalah:

  • Leni Lolang (APROFI), Ketua
  • Gusti Randa (PARFI)
  • Immanuel Prasetya Gintings (SC)
  • Dara Bunga Rembulan (PROSFISI)
  • Tesadesrada Ryza (APFI)

Susunan pimpinan sidang ini telah disepakati oleh forum, mencerminkan kepercayaan lintas unsur terhadap representasi yang seimbang dalam memimpin jalannya sidang.

Kepemimpinan Baru dan Transisi

Kongres menetapkan Fauzan Zidni sebagai Ketua BPI yang baru, menggantikan Celerina Judisari, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Pelaksana Tugas (Plt) BPI.

Adapun Dewan Pengawas yang terpilih merepresentasikan lintas unsur industri:

  • Fajar Nugros (unsur profesi)
  • Dr. Agustina Kusuma Dewi (unsur kegiatan)
  • Danu Murti (unsur pendidikan)
  • Nasaruddin (unsur badan usaha)
  • Judith Dipodiputro

Pengesahan AD dan Proses Finalisasi ART

Salah satu capaian utama kongres adalah disahkannya Anggaran Dasar (AD) sebagai fondasi organisasi BPI. Sementara itu, Anggaran Rumah Tangga (ART) masih dalam proses finalisasi oleh tim adhoc dan direncanakan akan disahkan pada kongres berikutnya sebagai perangkat operasional organisasi.

Rangkaian Proses Kongres

Selama tiga hari pelaksanaan, kongres berlangsung dengan agenda utama sebagai berikut:

  • Hari 1: Penetapan Anggaran Dasar (AD)
  • Hari 2: Sidang komisi (ART & RENIP), serta pemilihan Ketua dan Dewan Pengawas
  • Hari 3: Serah terima jabatan pengurus dan pembentukan tim adhoc ART

Kongres dibuka oleh Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Bapak Ahmad Mahendra, dan secara resmi ditutup oleh Direktur Film, Musik, dan Seni, ibu Irini Dewi Wanti.

Memasuki Fase Konsolidasi

Dengan telah disahkannya AD dan terbentuknya struktur kepemimpinan baru, BPI kini memasuki fase konsolidasi dan implementasi. Fokus utama ke depan adalah penyelesaian ART serta penguatan koordinasi antar stakeholder untuk memastikan arah organisasi dapat berjalan secara efektif.

Partisipasi yang tinggi dalam kongres ini menjadi sinyal positif bahwa industri perfilman Indonesia memiliki basis kolaborasi yang kuat. Tantangan berikutnya bukan lagi pada partisipasi, melainkan bagaimana seluruh elemen industri dapat bergerak secara selaras sebagai satu sistem yang terintegrasi.